Apa saja yang perlu dicatat orang tua tentang perilaku anak di rumah agar sesi dengan psikolog menjadi lebih efektif

Mungkin awalnya Ayah Bunda bingung tentang apa saja yang perlu disiapkan saat memutuskan ingin bertemu dengan psikolog. Saya akan berbagi tips sederhana agar Ayah Bunda mendapatkan gambaran tentang perilaku si kecil dan bisa mudah menceritakannya.

Mari kita mulai dengan langkah pertama yang sangat membantu Ayah Bunda, yaitu Mencatat perilaku si kecil, bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan untuk memberikan data yang jujur kepada psikolog agar mereka bisa melihat gambaran utuh keseharian anak. 

Ibarat seorang detektif, kita sedang mengumpulkan “petunjuk” yang polanya mungkin tidak terlihat jika hanya diingat-ingat saja.

Kita akan fokus pada tiga hal utama untuk dicatat: Kapan perilaku itu muncul, Apa pemicunya, dan Berapa lama hal itu berlangsung.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa mulai Bunda atau Ayah amati di rumah:

  • Pola Fokus: Apakah si kecil sulit menyelesaikan tugas sederhana (seperti membereskan mainan) karena teralihkan hal lain, atau karena ia memang tidak mengerti instruksinya? 
  • Kualitas Energi: Apakah energinya terasa seperti “motor yang tidak bisa mati”, bahkan di situasi yang mengharuskannya tenang (seperti saat makan atau dibacakan buku)? 
  • Reaksi Emosi: Bagaimana caranya ia bereaksi saat keinginannya tidak terpenuhi atau saat harus menunggu giliran? Apakah ledakan emosinya terasa jauh lebih kuat dibanding teman sebayanya? 

 

Sebagai langkah awal, mari kita coba simulasi kecil. Jika Bunda atau Ayah mengingat kejadian dalam seminggu terakhir, situasi apa yang biasanya paling membuat si kecil sulit untuk tenang atau fokus? (Misalnya: saat jam makan, saat diminta mandi, atau saat di tempat umum).

Dhisa Ayu Tresnaningrum
Dhisa Ayu Tresnaningrum
Articles: 4
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments